Melalui post ini saya akan mencoba untuk menjelaskan dan memandu
yang mau/akan terjun
ke dunia saham, post ini adalah rangkuman dari materi materi yang saya
pelajari dari berbagai sumber sebelum saya terjun ke pasar saham.
mungkin post ini juga dapat berguna untuk para trader dan investor yg
sudah berpengalaman di bidang saham sebagai “reminder” (pengingat).
Persiapan
Baiklah, kita mulai dari hal – hal yang perlu di persiapkan di bidang
saham sebelum memulai transaksi di Bursa Efek, menurut saya ada 5 hal
yang perlu kita persiapkan sebelum memulai investasi, yaitu :
- Dana
- Emosi
- Tipe Trader/Investor
- Sekuritas
- Trading Plan

www.6straderskill.com
1.Dana
Kenapa Dana berada pada urutan nomor satu?? Ini bukan serta merta
tidak berurutan, tapi dana memang menjadi prioritas nomor satu sebelum
memulai transaksi saham. Kalo tidak ada dana gimana mau mulai???
Dana yang akan kita gunakan untuk bertransaksi sebisa
mungkin ( bahkan “TIDAK BOLEH”) “uang panas”… sebisa mungkin gunakanlah
“uang dingin”.
Yang saya maksudkan dengan “uang panas”
disini adalah uang yang kita gunakan dan yang terus kita putar untuk
kepentingan sehari – hari kita,contoh nya adalah gaji (jika anda seorang
employee), uang dagangan ( self employee ), dll.
Sedangkan “uang dingin” adalah dana yang “jika” habis tidak akan
mempengaruhi financial kita sehari hari, contohnya uang yang memang kita
sisihkan untuk bermain saham, jadi walaupun habis tidak masalah, memang
pada dasarnya semua orang mau untung, tapi dengan “uang dingin” ini
tandanya kita sudah “siap” bertempur di pasar saham menang ataupun
kalah.
Dan untuk catatan, dijaman sekarang ini kita tidak butuh modal yang
besar untuk bisa bertransaksi di pasar saham, yang penting kita sudah
memutuskan bahwa dana yang kita gunakan adalah “uang dingin”.
Sudah banyak contoh para trader yang menggunakan uang panas untuk
bertransaksi dan mengalami kejatuhan dan mempengaruhi financial mereka
sehingga banyak yg “stress”, sehingga karena perilaku inilah pasar saham
di “cap” jelek dimata masyarakat awam. Karena kalo orang mengalami
“nasib jelek” di gembor – gembor kan sama orang lain, tapi orang yang
mengalami “nasib baik” tutup mata atau malah di cari jeleknya. Nah, kalo
kita menggunakan “uang dingin” untuk bertransaksi tentu hal seperti ini
tidak akan terjadi. Sebisa mungkin untuk memulai gunakanlah hanya
seperempat (1/4) dari total uang dingin yang anda miliki sebagai
permulaan.

2.Emosi
Emosi adalah musuh kita yang nomor dua… karena musuh kita yang nomor satu adalah “diri kita sendiri”. (
kelihatannya sama aja ya??? )Jika kita sudah bisa memisahkan dana kita antara yg “panas” & “dingin” saatnya kita memutuskan untuk
“tidak terbawa emosi dalam bertransaksi saham”. Jika
(mudah mudahan tidak terjadi) seperempat dari uang dingin yang kita
gunakan sudah habis jangan sekali kali kita tambahkan dengan sisa uang
dingin yang kita miliki apalagi kita tambahkan dengan uang panas (wahhh…
bisa cilaka dua belas) dalam waktu singkat.
Sebagai contoh, kita memiliki uang dingin sejumlah 20jt rupiah,
karena dari poin nomor satu kita menggunakan ¼ dari total uang dingin
kita maka untuk pertama kali memulai, jumlah yang kita storkan adalah
5jt rupiah, setelah kita mencoba trading saham ternyata kita selalu
loss. Berhubung emosi, kita tidak terima dengan kekalahan kita, kita
tambah lagi dana nya 5jt, loss lagi, tambah lagi, sampai dana kita yg
20jt habis, masih tidak terima juga, dan berharap 20jt nya dapat
kembali, kita gunakan uang panas kita untuk trading (mampus dah).
Sebisa mungkin cobalah untuk belajar dari 5jt pertama, jika kita
selalu loss, berhenti, bertapalah sejenak, jernihkan pikiran anda,
liburan dan lain sebagainya, minimal 3bln atau lebih, sampai kita bener
bener yakin… kita sudah tidak terbawa oleh emosi kita. Atau lebih hebat
lagi… isilah waktu 3 bulan tersebut dengan belajar saham lebih mendalam
lagi, periksa dimana kesalahan analisis kita, belajar dari kesalahan
kita dimasa lalu, ikutlah forum “6sTraderSkill” coba pelajari diskusi –
diskusi di dalam forum niscaya engkau akan di cerahkan.
Jangan melupakan sesuatu yang paling penting dalam dunia saham, transaksi saham bukanlah judi,
“jika anda yakin anda bisa cuan terus tanpa mengalami loss, lebih baik
uang anda, anda gunakan untuk pergi ke “macau” bermainlah disana.. anda
akan lebih cepat kaya.”
Kenyataannya adalah 90% atau bahkan 100% orang yang baru memulai
transaksi saham pasti mengalami “loss” atau kerugian, bahkan yang sudah
puluhan tahun berkecimpung di dunia saham juga masih bisa mengalami
“loss”.
Jadi sebagai permulaan jangan terlalu berharap bisa memperoleh
“gain/cuan/profit”, target kita yang pertama adalah meminimalkan “loss”,
jika bisa memperoleh “gain” happy cuan.. tapi selalu ingat… jangan
terbawa emosi. Emosi bisa positif bisa negatif, bisa karena “cuan” bisa
karena “tekor”.

3.Tipe Trader/Investor
Setelah kita bisa memutuskan bahwa uang yg kita gunakan adalah uang
dingin dan kita berjanji kepada diri kita sendiri bahwa kita tidak akan
terbawa emosi kita, sekaranglah saatnya kita untuk memutuskan akan
seperti apa perilaku kita ketika kita bermain saham.
Tipe trader / investor ini penting untuk kita putuskan di awal
sebelum kita terjun ke dunia saham karena dengan menentukan tipe trader
seperti apa yang kita mau, kita bisa memutuskan kapan untuk “
BS” (
“ Buy – Sell / Beli – Jual “ ).Tipe – tipe trader ini secara garis
besar berbeda di “Time Frame” nya, dan dengan memutuskan tipe trader apa
yg kita mau, kita dapat menentukan analisa teknikal / fundamental apa
yg bisa kita gunakan, mari kita lihat.
Ada 5 tipe trader ( menurut versi saya ) yg akan saya jelaskan secara singkat, yaitu :
1.Scapler / IntraDay
Tipe Scapler / IntraDay adalah tipe trader yang melakukan time frame
transaksi “BS” dalam jenjang waktu yang sangkat singkat bisa 1-15mnt,
0-90mnt, 1-3jam, yang pasti semua ditransaksikan dalam kurun waktu yang
sangat singkat, dan tipe trader ini sangat
“not recommended”
buat anda yang baru mulai terjun ke pasar saham. Biasanya tipe trader
ini mendapatkan “gain” yang tidak begitu banyak, tapi “sering” karna
dilakukan berulang ulang, begitu juga sebaliknya. (tergantung modal
juga, heheheh)
Tipe trader ini “biasanya” mengunakan analisa yang murni hanya
melihat dari “Price Action” dan “Candlestick Saja” dan chart yang biasa
digunakan juga adalah chart dengan time frame intraday.
2. Day Trader
Tipe Day Trader adalah tipe trader yang Time frame nya dalam 1 hari
sampai maksimal 2 hari, tipe trader ini biasanya hanya menggunakan
teknik analisis tanpa memperhatikan fundamental suatu saham sama sekali.
Indikator yang biasa digunakan antara lain candle stick, CCI, MA, MACD dll.
Tipe trader ini juga “
not recommended” buat anda yg baru mulai terjun ke pasar saham.
3. Swing Trader
Tipe Swing Trader adalah tipe trader yang Time frame nya hampir sama
dengan Mid-term Trader yaitu dalam kurun waktu 2hari – 1minggu, dan
biasanya tipe trader ini membeli di harga break on support ( terendah )
dan menjual di harga Break on Resistent ( tertinggi ).
Indikator yang digunakan bisa campuran antara analisis fundamental
dan analisi teknikal, indikator yang digunakan juga bermacem macem,
tergantung selera masing masing.
Untuk tipe ini saya
“recommended” buat yang mau memulai terjun ke dunia saham.
4. Long Time Trader
Tipe Long Time Trader adalah tipe trader yang time frame nya 1 tahun –
3 tahun, tipe trader ini juga sama dengan swing trader yang menggunakan
analisa teknikal dan fundamental ( namun lebih cenderung ke fundamental
).
5. Investor
Tipe investor adalah tipe yang time frame nya paling lama diantara
tipe trader lainnya, time frame yang digunakan biasanya 3 – 10 thn.
Tipe Investor ini biasanya hanya menggunakan analasi fundamental.
Namun perlu diingat untuk Long Time trader dan Investor, walaupun
time framenya lama bukan berarti setelah kita membeli saham emiten
tersebut lalu kita biarkan saja, kita tetap perlu memantau saham kita
tersebut minimal 1 bulan sekali, bila kita tidak pernah memantaunya,
tiba – tiba saham tersebut menjadi rp. 50 atau bahkan sudah di suspended
sama BEI pun kita tidak tahu.

4.Sekuritas
Memilih sekuritas adalah salah satu langkah yang harus kita lakukan
untuk terjun ke pasar saham, karena kita tidak bisa langsung membelinya
di BEI, kita harus melalui broker/pialang saham untuk melakukan
transaksi jual beli.
Tidak ada sekuritas yang bisa dibilang terbaik, karena semua nya
relatif, ada yang bilang sekuritas A lebih baik, ada yang bilang B lebih
baik, semua tergantung kebutuhan kita, karena masing – masing sekuritas
menyediakan fitur yang berbeda – beda dan tarif yang berbeda – beda
juga.
Melalui sekuritas kita dapat melakukan transaksi jual – beli secara
langsung menggunakan fasilitas Online Trading ( bagi sekuritas yang
menyediakan jasa ini ) atau dengan by Phone dengan broker kita. Biasanya
fee yang dikenakan dengan Online trading lebih rendah dibandingkan by
Phone, fee yang dikenakan oleh Online Trading berkisar antara 0,15%
untuk transaksi Beli dan 0,25% untuk transaksi Jual ( masing – masing
sekuritas bisa memberikan fee yang berbeda beda ), dan ingat, fee ini
hanya dikenakan ketika kita Beli dan Jual, apabila kita Ammend/Withdraw
tidak akan dikenakan fee, dan fee ini sudah termasuk pajak yang harus
kita setorkan setiap kita melakukan transaksi Jual. Kenapa cuma Jual ??
karena ketika kita Jual, kita “dianggap” mendapatkan hasil dari
penjualan kita sehingga termasuk dalam pajak penghasilan, dan pajak ini
tidak perduli kita untung ataupun rugi, yang jelas ketika kita Jual ya
kita dapat hasil.
Nah, untuk daftar sekuritas – sekuritas yang ada di Indonesia dapat
kita lihat dibawah, dibagian “note”.Untuk informasi tambahan, untuk
membuka account di sekuritas yg kita targetkan, kantor atau agen
sekuritas tersebut tidak perlu ada di kota tempat anda tinggal, anda
dapat mendaftarkan diri melalui online dan akan di kirimkan
berkas-berkas yang harus anda isi, anda tinggal menggirimkan kembali
berkas – berkas tersebut ke agen sekuritas yg anda pilih.
Jangan malu untuk bertanya kepada pihak marketing sekuritas tersebut,
tanya apa saja sampai ke dasar – dasar nya ( asal jangan tanya saham
mana yg mengguntungkan :), itu tugas mereka, jika mereka tidak mau
membantu anda, “leave it” care yang lain. Sama seperti mencari pacar,
jika pacar anda tidak mau membantu anda hanya mau anda menjadi “tukang
ojek” nya, mending tinggalkan saja… masih banyak yang lain tersebar di
Indonesia ini.

5.Trading Plan
Setelah poin no.1 – 4 anda penuhi, ini bagian yang paling penting
untuk “memulai” bertransaksi saham. Trading Plan sangat penting bahkan
sebelum anda membeli saham, salah satu yang harus anda lakukan jika
ingin membeli saham salah satu emiten adalah Trading Plan, lakukan
trading plan setiap kali anda ingin membeli saham, ini “
WAJIB” hukumnya jika anda ingin konsisten mendapatkan “gain” dan menggurangi “loss” dalam bertransaksi.
Trading Plan ( Rencana Transaksi ) terdiri dari 4 bagian yang paling utama, yaitu :
Buy ( Beli )
Plan anda yang pertama adalah menentukan kapan anda akan beli dan di
harga berapa anda akan beli. Kapan dan di harga berapa ini untuk masing –
masing tipe trader akan berbeda karena jangka waktu nya, untuk seorang
investor kapan dan harga berapapun tidak masalah karena target mereka
adalah jangka panjang. Jadi kalo anda ngaku – ngaku seorang Investor
tapi mau beli nunggu harga turun, berarti anda bukan seorang
Investor.Nah… kalo anda tanya saya… kapan beli nya ??? di harga berapa
?? wah…. saya juga ngak bisa jawab… tergantung analisa anda masing –
masing…
Cut Loss / Stop Loss
Dari 4 bagian Trading Plan Cut Loss adalah yang paling penting dan
yang paling utama dan juga yang harus anda tentukan sebelum membeli,
ingat!!
SEBELUM MEMBELI.
Setelah anda tau mau beli di harga berapa dan kapan, saat itu juga
anda harus menentukan titik Cut Loss nya, ada berbagai macem cara untuk
menentukan titik CutLoss, tetapi yang paling gampang adalah dengan
persentase. Contoh setelah turun 2% , 5% atau 10% dll. Memang dengan
menggunakan persentase terdapat berbagai macam kekurangan, salah satu
nya adalah harga saham yang berbeda beda maka persentase nya juga akan
berbeda beda, tingkat volatile masing masing saham juga berbeda, maka
persentase nya juga akan berbeda, tetapi lebih baik menggunakan
persentase untuk pertama kali daripada tidak menentukan titik CutLoss
sama sekali.
Jangan lupa, saya ingatkan lagi, Cutloss adalah yang terpenting,
bahkan seorang yang sudah Master pun harus menentukan titik Cutloss,
jika anda tidak mau menentukan titik Cutloss atau sudah menentukan titik
Cutloss tetapi tidak di eksekusi karena berharap harga saham tersebut
akan naik lagi… bersiap siap lah…. SELAMAT!! Anda akan mendapatkan gelar
yang ada di pasar saham.. gelar tersebut adalah “Nyangkuters”.
Jual / Take Profit
“
Ini dia” kata anda, heheheh… ini adalah bagian yang paling di sukai semua orang… saya juga suka…
Tidak berbeda dengan cutloss, disini anda juga harus menentukan kapan
anda harus jual, bahkan sebelum anda beli. Walaupun harganya naik
setelah anda jual, jika anda sudah menentukan titik Jual nya, maka anda
“HARUS” Jual.
Untuk memperoleh Profit / cuan yang maksimal, sebaiknya anda melakukan
“TRAILING STOP”.
Untuk penjelasan singkat mengenai trailing stop, trailing stop adalah
ketika anda mencapai titik jual yang sudah anda tentukan dan anda yakin
saham tersebut akan naik lagi.. jangan ragu!! Jangan menunggu harga
saham tersebut mencapai puncaknya… tetapi juallah saham tersebut… tidak
harus anda jual full, bisa anda jual setengah dari saham / lot yang anda
miliki, misalnya anda punya 10 lot… jual lah 5 lot, amankan cuan anda
dulu, nah… untuk sisa yang 5 lot itu lah kita melakukan trailing stop,
dimana kita pada saat melalukan trailing stop disaat itu juga kita
mengganti trading plan kita, kita ganti titik Cutloss , titik jual, dan
time frame kita, jika sudah mencapai titik jual yang ke 2 anda tetap
yakin akan naik lagi… ganti lagilah trading plan anda. Inilah konsep
trailing stop yang paling dasar.
Semoga #mestakung ( alam semesta mendukung ) kita semua dapat cuan…
Time Frame ( Jangka waktu )
Kita juga harus menentukan jangka waktu kita memegang saham tersebut
sebelum membeli saham. Ini lebih tergantung kepada tipe trader apa
anda.Jika jangka waktu yang kita tentukan sudah tercapai anda tetap
harus menjual saham anda apapun yang terjadi. Misalnya… trading plan
anda buy di harga 100, cutloss diharga 90, TP / Jual di harga 120, Time
frame 3 hari. Jika setelah 3 hari harga saham nya hanya 110 atau 95,
dimana harga tersebut tidak mencapai titik cut loss dan titik jual anda.
Tetap anda “HARUS” jual. Cobalah untuk mengganti saham yang lain yang
lebih menguntungkan, karena jika tidak… anda juga akan menjadi
“nyangkuters” sedangkan teman – teman anda menikmati cuan di saham yang
lain.
Penjelasan tentang trading plan selesai lah sudah. Dengan KONSISTEN
dan DISIPLIN mengikuti trading plan kita… niscaya… kita akan bisa
menggurangi kerugian kita dan kita akan bisa konsisten memperoleh
profit.Waduhhh…. ternyata lumayan panjang juga… hahahha…. kalo lebih
detail lagi bisa jadi satu buku nih… hahaha…. kita sudahi sampai sini
dulu deh… terima kasih untuk waktunya membaca ini.. jika ada yang salah…
mohon di benarkan… jika ada yang kurang… mohon di tambahkan… jika tidak
kurang, tidak salah semoga bisa menambah wawasan anda…
Pesan saya untuk semuanya… kita sering meminta pandangan / pendapat
dari orang lain atau yang kita anggap “master” untuk membeli saham apa,
TP di harga berapa dll. Jangan lupa apapun yang dikatakan oleh orang
lain… semuanya hanya masukan… semuanya hanya saran agar saya cuan anda
cuan.. semua senang.. yang penting jangan lupa, setelah dikasih masukan,
cobalah untuk anda analisis sendiri… kenapa si A suruh beli saham
XXXX??? Cobalah anda analisis sendiri kalau ternyata sama dengan
analisis anda… belilah… jika ternyata sudah anda beli ternyata rugi
sampai titik CL anda… CL lah… ada yang kurang dari masukan master master
biasanya… kekurangannya tidak menyertakan time frame nya… kita tidak
pernah bertanya… beli di harga 100 jual di harga 120, nah.. untuk
mencapai harga 120 itu berapa lama??? Kenyataannya, pada saat kita ikut
beli di harga 100 ternyata besoknya turun jadi 90, kita marah – marah…
“ini master gimana sih!! Bikin saya rugi saja” kita kecewa… kemudian cutloss.. eh ternyata besok nya nya sahamnya naik jadi 120… kecewa lagi deh…
Ingat kita perlu salah untuk menjadi lebih pintar, jika kita tidak
pernah salah, maka kita tidak akan pintar. Tapi ingat juga… bukan
berarti kalo kita salah kita sudah pintar… tapi kita harus mempelajari
dan menyelidiki dimana letak kesalahan kita agar tidak menggulanginya di
kemudian hari. Dengan anda salah dan mengerti salahnya dimana… berarti
anda telah maju satu langkah. Jangan serta merta menelan bulat bulat apa
kata orang… belajar lah… dan terus belajar… terutama belajar dari
kesalahan orang lain dan diri sendiri agar kita bisa selalu cuan.
Untuk membantu, disini saya akan menyertakan beberapa link, yang dapat membantu dalam menganalisis.
Chart : PC/ Laptop
ChartNexus –
http://www.chartnexus.com/products/ChartNexus.exe – free
Amibroker –
www.amibroker.com/bin/AmiBroker6002.exe – Bayar
Android
StockChart –
https://play.google.com/store/apps/details?id=stockchart.framework – free
Info : Android
RTI –
https://play.google.com/store/apps/details?id=rti.business
Data Saham Indonesia –
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.kajokangin.indosaham
Harga Komoditas –
www.Investing.com /
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.fusionmedia.investing&hl=id
DaftarSekuritasIndonesia –
http://www.idx.co.id/id-id/beranda/anggotabursaamppartisipan/profilanggotabursa.aspx
sumber :
www.terusbelajarsaham.blogspot.co.id
www.traderdisiplin.blogspot.co.id
www.bei5000.com
monggo jika ada yg mau ditambahkan, Happy Cuan semuanya… sampai ketemu di artikel berikutnya… Terima Kasih #mestakung.